Sabtu, 28 Februari 2026 | Kategori : Kebaktian Minggu
Dibaca : 58
Tuhan memanggil Abram untuk meninggalkan tempat kelahirannya, meninggalkan kemapanan yang telah dinikmatinya, menuju ke tempat yang belum diketahui oleh Abram. Karena Tuhan akan menunjukkan tempat yang akan dituju setelah Abram melakukan perjalanan. Tentu saja ini sebuah hal yang sangat sulit untuk dimengerti oleh kebanyakan orang. Tetapi Abram bersedia mengikuti perintah Tuhan dan Abram bersedia meninggalkan tanah kelahirannya untuk melakukan perjalanan yang akan Tuhan tunjukkan. Sehingga kita mempunyai Kesimpulan bahwa hubungan Abram dengan Tuhan adalah hubungan yang begitu dekat sehingga Abram sangat percaya bahwa Tuhan pasti akan memberikan hal yang terbaik dalam hidupnya. Apa yang dilakukan oleh Abram dicatat di dalam Roma 4:3 Sebab, apa yang dikatakan Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, dan Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Dan pada akhirnya Abram mengalami semua yang dijanjikan Tuhan kepada dirinya. Perintah Tuhan ini tidak mungkin dilakukan oleh orang yang tidak mempunyai hubungan yang dekat dengan Tuhan, pasti akan terjadi penolakan karena ketidakpercayaan akan janji Tuhan. Ketidakpercayaan ini terjadi karena hatinya masih tertutup oleh dosa sehingga akan sangat sulit melihat kuasa Tuhan di dalam hidupnya. Supaya menjadi orang yang percaya sungguh kepada janji Tuhan diperlukan perubahan sikap di dalam hidupnya, yaitu perubahan hidup dari manusia lama menjadi manusia baru. Yaitu manusia yang sudah bersedia menerima pengampunan yang Tuhan berikan kepada umat manusia. Hal ini diungkpakan oleh Tuhan Yesus kepada Nikodemus mengenai kelahiran baru. Di dalam Yohanes 3:3 Tuhan Yesus berkata kepada Nikodemus "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Bagaimana dengan kehidupan kita, apakah kita sudah bersedia menerima anugerah pengampunan dari Tuhan Yesus ? tanda dari orang yang telah menerima pengampunan adalah kehidupan baru. Yaitu kehidupan yang selalu menyadari akan keberdosaannya dan bersedia memohon pengampunan kepada Tuhan dan selalu menjaga dirinya untuk seminimal mungkin melakukan dosa.
Ia Datang Karena CInta | Yesaya 40:1-11; Mazmur 85:2-3,9-14; 2 Petrus 3:8-15; Markus 1:1-8
10 Desember 2023
Memurnikan Hati Menyambut Pengharapan | Yesaya 61:1-4, 8-11; Mazmur 126; 1 Tesalonika 5:16-24; Yohanes 1:6-8, 19-28
17 Desember 2023
Menanti dalam Ketaatan | 2 Samuel 7:1-11, 16; Lukas 1:46-55; Roma 16:25-27; Lukas 1:26-38
24 Desember 2023
LIHAT DAN TINGGALAH DI DALAM DIA | Yesaya 49:1-7; Mazmur 40:1-11; 1 Korintus 1:9; Yohanes 1:29-42
18 Januari 2026