Sabtu, 16 Mei 2026 | Kategori : Kebaktian Minggu
Dibaca : 2
Pada masa sebelum mesin modern, para pelaut hanya dapat berlayar jika angin bertiup. Mereka bisa memiliki kapal yang kokoh dan arah yang jelas, tetapi tanpa angin mereka tidak dapat bergerak. Karena itu, para pelaut belajar menanti dengan aktif: layar dipasang, arah dijaga, dan awak tetap berjaga. Penantian bukan kemalasan, melainkan kesiapsiagaan.
Sikap ini mengingatkan kita pada kisah William Carey, misionaris Kristen abad ke-18 yang dikenal sebagai “Bapak Misi Modern.” Ketika ia merasakan panggilan Tuhan untuk melayani di India, bertahun-tahun pelayanannya tampak seperti penantian tanpa hasil. Ia belajar bahasa, menerjemahkan Alkitab, dan membangun komunitas, tetapi hampir tidak melihat buah pelayanan. Namun Carey tidak berhenti atau pulang. Ia berkata, “Nantikan karya besar dari Allah, dan melangkahlah untuk melakukan karya besar bagi Allah.” Ia bertekun dalam doa dan tetap setia, percaya bahwa Allah bekerja pada waktu-Nya.
Bagi Carey, doa bukan pelarian dari kenyataan, melainkan kekuatan untuk tetap bertahan. Doa mempersiapkan dirinya dan komunitas yang melayaninya, hingga pada waktunya Allah membuka jalan dan pelayanannya membawa dampak besar yang melampaui hidupnya sendiri. Carey tidak digerakkan oleh hasil yang cepat, melainkan oleh kuasa Allah yang setia bekerja dalam penantian yang panjang. Inilah adaptivitas iman: bukan mengejar kepastian instan, tetapi membiarkan diri dibentuk Allah di tengah perubahan hidup.
Ia Datang Karena CInta | Yesaya 40:1-11; Mazmur 85:2-3,9-14; 2 Petrus 3:8-15; Markus 1:1-8
10 Desember 2023
Memurnikan Hati Menyambut Pengharapan | Yesaya 61:1-4, 8-11; Mazmur 126; 1 Tesalonika 5:16-24; Yohanes 1:6-8, 19-28
17 Desember 2023
Menanti dalam Ketaatan | 2 Samuel 7:1-11, 16; Lukas 1:46-55; Roma 16:25-27; Lukas 1:26-38
24 Desember 2023
LIHAT DAN TINGGALAH DI DALAM DIA | Yesaya 49:1-7; Mazmur 40:1-11; 1 Korintus 1:9; Yohanes 1:29-42
18 Januari 2026