Blog

TRINITAS TAK TERBATAS

Sabtu, 30 Mei 2026 | Kategori : Kebaktian Minggu

Dibaca : 4

image blog

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong. Gelap gulita menutupi samudera semesta, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah, “Jadilah terang!” Maka terang pun jadi.”

(Kejadian 1:1-3)

 

Membicarakan tentang Allah Trinitas perlu didasari oleh kesadaran tentang misteri Ilahi. Artinya, Allah yang kita bicarakan melampaui dari apa yang bisa dijelaskan tentang-Nya sebab percakapan kita berdasarkan segala sesuatu yang telah dinyatakan-Nya yaitu dari firman-Nya. Dengan demikian ada hal-hal dalam diri Allah yang tidak dinyatakan kepada kita dalam firman-Nya atau pernyataan Allah tentang diri-Nya sendiri bersifat terbatas. Dari kondisi tersebut, kita juga menyadari bahwa firman Tuhan juga tidak dimaksudkan untuk menjelaskan secara lugas dan utuh tentang diri Allah. Namun semua yang telah dinyatakan Allah cukup untuk menolong kita mengenal Dia dan karya-Nya.

       Selain kesadaran dasar di atas, kita juga perlu menyadari bahwa kata Trinitas atau Tritunggal tidak ada di dalam Alkitab. Kata tersebut dipakai oleh Gereja untuk merumuskan pengenalan-Nya tentang Allah berdasarkan segala sesuatu yang telah dinyatakan Allah melalui firman-Nya yang tertulis dalam Alkitab. Pemahaman tentang Trinitas merupakan konsekuensi logis terhadap pengakuan iman Gereja bahwa Yesus adalah Tuhan yang terdapat dalam pengajaran Kristologi. Pengakuan iman bahwa Yesus adalah Tuhan merupakan penghayatan iman Gereja terhadap Yesus.

Kristus yang menjadi manusia, menderita, mati di kayu salib untuk menebus manusia dari kuasa dosa, yang bangkit dari kematian, serta naik ke Surga untuk duduk disebelah kanan Allah Bapa. Dalam penghayatan tersebut, Allah tidak hanya satu pribadi tetapi terdapat pribadi Allah yang disebut Bapa untuk Yesus dan Yesus sendiri. Dalam injil Yohanes 14, Yesus seringkali menyebut bahwa Ia dan Bapa adalah satu. Dan dalam kesatuan Yesus dengan Bapa tersebut, Ia menjanjikan Roh Kudus sebagai Penolong yang lain sehingga keberadaan Roh Kudus sebagai pribadi ketiga dari Allah sehingga Gereja merumuskan pengajarannya dalam kata Trinitas.

Tentang Allah Trinitas tersebut, kita juga menemukan bayang-bayangnya dalam Kejadian 1:1-3 yang merupakan bagian dari bacaan Minggu Trinitas hari ini. Dalam kitab Kejadian 1:1-3 disebutkan adanya Allah, Roh Allah, dan Firman. Allah yang menciptakan langit dan bumi tersebut tidak hanya satu Pribadi yang disebut Bapa tetapi bersama-sama dengan dua Pribadi yang lain seperti yang disebutkan dalam ayat 26, “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita...” penggunaan kata “Kita” menyiratkan bahwa Pribadi Allah lebih dari satu yang menunjuk pada keberadaan Allah Trinitas. Dalam Injil Yohanes 1:1-3 juga menyebutkan bahwa “Firman itu adalah Allah dan segala sesuatu dijadikan melalui Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” Injil tersebut menegaskan bahwa Sang Firman yang menjadi manusia dikenal dengan Yesus Kristus adalah salah satu Pribadi Allah yang turut menciptakan semesta ini. Hal itu menunjukkan bahwa dalam mengerjakan karya penciptaan, Allah tidak hanya satu Pribadi saja melainkan bersama dalam tiga Pribadi.

Selanjutnya dalam rumusan berkat yang diberikan oleh Rasul Paulus dalam 2 Korintus 13:13 menyebutkan, “Anugerah Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian” menunjukkan kesatuan dari ketiga Pribadi tersebut yang bersama-sama dalam setiap karya-Nya sejak penciptaan sampai dengan penyelamatan dan pemeliharaan alam semesta. Penghayatan tersebut merupakan undangan bagi orang-orang percaya yang menerima anugerah dari karya Allah Trinitas untuk hidup dalam karya pemulihan-Nya serta memberitakan Injil Kerajaan Surga agar karya penyelamatan dan pemeliharaan Allah mewujud dalam kehidupan di dunia. Panggilan tersebut ditegaskan dalam tugas perutusan para murid yang seringkali disebut amanat agung untuk menjadikan semua bangsa murid Kristus. Dalam mewujudkan tugas perutusan tersebut, orang-orang percaya seharusnya telah hidup sebagai murid-murid Kristus dan mengerjakan tugas perutusan tersebut sebagai wujud peranserta dalam karya pemulihan dan pemeliharaan Allah Trinitas. 

Saudara, dengan mengenal lebih dalam tentang Allah Trinitas menolong kita menghayati panggilan Allah untuk menjadi murid dan menjalankan tugas perutusan untuk menjadikan semua bangsa murid Kristus. Dengan demikian, dalam persekutuan dengan Kristus kita menajdi satu dengan Allah Trinitas dalam karya pemulihan dan pemeliharaan alam semesta. Kiranya kita semakin menghayati panggilan tersebut dalam kehidupan sehari-hari yaitu dalam setiap laku kehidupan kita. Tuhan memberkati.


Blog Terkait