Jika dilihat sekilas antara Iman dan Rasio seakan akan bertolak belakang. tetapi sebenarnya Iman dan rasio keduanya seharus berjalan bersama sehingga akan dapat saling melengkapi. sebab Iman tanpa rasio makan akan menjadi takhayul sedangkan rasio tanpa iman akan menjadi kesombongan. Bapa Gereja yang bernama Santo Anselmus dari Centerbury tahun 1000 Masehi, mengemukakan gagasan “Fides Quarens Intellectum” yang artinya Iman yang mencari pengertian. Anselmus mengungkapkan hubungan antara rasio dan iman dengan berprinsip pada : aku percaya supaya aku mengerti. Hal ini juga dilakukan oleh Abraham. pada saat Abraham mendapat perintah untuk mengorbankan Ishak, Abraham bersedia melakukan ini adalah Fides. Berikutnya Abraham menimbang antara Janji Allah dan Perintah Allah. Bukankah Tuhan berjanji bahwa melalui Ishaklah akan lahir bangsa yang besar tetapi sekarang Allah meminta dirinya untuk mengorbankan Ishak. Di sinilah Abraham menimbang dab mencari pengertian. inilah yang disebut Quarens. Setelah menimbang maka lahirlah pengertian baru ( Intellectum ) bahwa Allah tidak mau Ishak mati dan Allah menyediakan domba diatas gunung. Dan akhirnya Abraham mempunyai kesimpulan bahwa Tuhan adalah Tuhan yang menyediakan ( Jehova Jireh ).
Jadi ketaatan Abraham untuk melaksanakan perintah Allah untuk mengorbankan Ishak jika dilihat sekilas adalah hal yang tidak masuk akal, tetapi bila dikaitkan dengan Allah yang telah berjanjji kepada Abraham. Maka sikap Abraham sangat masuk akal, karena Tuhan adalah Tuhan yang selalu menyediakan. untuk melihat hal ini diperlukan Iman. Pdt NEA
Ia Datang Karena CInta | Yesaya 40:1-11; Mazmur 85:2-3,9-14; 2 Petrus 3:8-15; Markus 1:1-8
10 Desember 2023
Memurnikan Hati Menyambut Pengharapan | Yesaya 61:1-4, 8-11; Mazmur 126; 1 Tesalonika 5:16-24; Yohanes 1:6-8, 19-28
17 Desember 2023
Menanti dalam Ketaatan | 2 Samuel 7:1-11, 16; Lukas 1:46-55; Roma 16:25-27; Lukas 1:26-38
24 Desember 2023
LIHAT DAN TINGGALAH DI DALAM DIA | Yesaya 49:1-7; Mazmur 40:1-11; 1 Korintus 1:9; Yohanes 1:29-42
18 Januari 2026