Blog

Dari Keterlukaan Berujung Pelukan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | Kategori : Kebaktian Minggu

Dibaca : 5

image blog

Kejadian 45: 1-15; Mazmur 133; Roma 11: 1-2a, 29-32; Matius 15: 21-28

Seringkali kita umat manusia hanya terpaku kepada yang besar, yang dianggap spektakuler, yang luar biasa. Sehingga hal-hal yang biasa tidak diperhatikan atau cenderung dilupakan. Pada akhirnya umat manusia sering mengalami keterlukaan di dalam kehidupannya karena selalu menginginkan hal hal yang besar dan tidak menghargai hal - hal kecil yang hadir di dalam kehidupannya. Perempuan Kanaan yang datang kepada Tuhan sungguh sangat menyadari akan bangsanya yang dianggap sebagai bangsa yang najis. Hal ini disebabkan karena nenek moyang mereka telah menyembah banyak dewa. oleh karena itu perempuan Kanaan tidak berani berharap memperoleh yang besar, tetapi cukup memperoleh yang sekecil-kecilnya dan itu sudah cukup. Hal ini diungkapkan perempuan Kanaan ini di dalam Matius 15 : 27 Kata perempuan itu, “Benar, Tuhan. Namun, anjing itu juga makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”

jadi sebenarnya yang membuat kita terluka karena kecewa bukan orang lain atau juga bukan Tuhan. Tetapi kitalah yang tanpa kita sadari melukai diri sendiri dengan tuntutan yang berlebihan. Sehingga mendapat sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan, maka menjadi terluka dan merasa tidak dikasihi.

Oleh karena itu marilah kita menghargai yang kita anggap remah-remah, karena remah-remah yang diberikan kepada kita, oleh Tuhan bisa diubahkan menjadi hal yang luar biasa. Perempuan Kanaan ini bersedia menerima remah-remah, dan Tuhan Yesus mengubahnya menjadi keajaiban bagi kesembuhan anaknya.

sikap bersedia menerima remah-remah ini, karena memiliki iman yang teguh bahwa Tuhan sanggup menghadirkan keajaiban melalui hal yang kita anggap kecil atau remah-remah. Pdt.NEA


Blog Terkait