Blog

Bersama Menjadi Berkat di Tengah Dunia

Sabtu, 26 September 2026 | Kategori : Kebaktian Minggu

Dibaca : 8

image blog

Matius 5:13 – 16

Kamu adalah garam dunia, kamu adalah terang dunia. Keberadaan orang percaya adalah garam dunia dan terang dunia. Ini adalah identitas diri, yang ada dan melekat pada seseorang ketika ia percaya kepada Kristus. Jadi, orang percaya bukan sedang dalam proses menjadi garam dunia dan terang dunia, tetapi telah menjadi garam dan terang dunia.

di mana garam dan terang sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Garam dapat dipakai untuk mengawetkan, memberi cita rasa pada makanan. Demikian pun terang. Tanpa terang kita tidak dapat melihat dan melakukan segala sesuatu. Terang, meskipun hanya seterang sebuah lilin tetap berguna untuk menerangi tempat yang gelap. Makna garam dan terang merupakan analogi yang digunakan Yesus untuk menjelaskan suatu nilai dan manfaat hidup yang begitu penting. Kehidupan yang tidak dapat memberi nilai dan manfaat merupakan kehidupan yang sia-sia dan tidak layak dijalani. Sebab apa artinya bila hidup kita membawa kerusakan, kesedihan, dan penderitaan bagi sesama. Garam dan terang, dipakai oleh Tuhan Yesus sebagai metafora untuk menggambarkan fungsi orang Kristen untuk memengaruhi dunia. Jadi identitas itu bukan hanya sekadar identitas agar orang mengenalnya atau menyebutnya, namun identitas menjadi bermakna jika berfungsi memberi dampak bagi dunia, menjadi berkat bagi dunia.

Melalui tema “Bersama Menjadi Berkat di Tengah Dunia” kita diajak untuk menyadari diri kit sebagai garam dsan terang dunia dan bersedia untuk menjalankan tugas di dalam dunia dengan penuh sukacita. Supaya kehidupan di mana kita berada akan menjadi kehidupan yang penuh dengan sukacita. Pdt.NEA


Blog Terkait